OKU Timur (Humas) – Dalam rangka membentuk generasi yang unggul dan berkarakter, MIN 4 OKU Timur terus mengimplementasikan pembiasaan pembelajaran seimbang antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan bagi murid, Selasa (14/04).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dengan pola bergantian yang terstruktur. Murid terlebih dahulu memulai aktivitas dengan membaca Juz ‘Amma sebagai bentuk penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan hadis dan Asmaul Husna yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman serta membentuk akhlak mulia sejak dini.
Usai kegiatan keagamaan, murid kemudian mengikuti proses pembelajaran di kelas seperti mata pelajaran matematika dan pelajaran umum lainnya. Suasana belajar yang kondusif dan terarah terlihat dari antusiasme murid dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan, baik saat pembiasaan keagamaan maupun saat kegiatan akademik berlangsung.
Koordinator Kurikulum MIN 4 OKU Timur, Sugito, S.Pd, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas murid.
“Melalui pembiasaan ini, kami ingin membentuk murid yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Dengan pembiasaan membaca Juz ‘Amma, hadis, dan Asmaul Husna, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran umum, diharapkan murid memiliki dasar agama yang kuat sekaligus mampu memahami ilmu pengetahuan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun kebiasaan positif yang akan menjadi bekal bagi murid di masa depan.
Program pembelajaran seimbang ini merupakan salah satu upaya nyata MIN 4 OKU Timur dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama untuk mewujudkan pendidikan madrasah yang holistik dan berkarakter. Dengan memadukan nilai-nilai keagamaan dan akademik secara berkelanjutan, madrasah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah.
“Harapan kami, pembiasaan ini dapat terus dilakukan secara konsisten sehingga menjadi budaya positif di madrasah. Dengan demikian, murid MIN 4 OKU Timur dapat tumbuh menjadi generasi yang religius, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (NA)
