OKU Timur (Kemenag Sumsel) —
Komitmen membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, dan profesional terus diperkuat di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 OKU Timur. Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala MIN 4 OKU Timur Yusuf Yahya Rosidin, S.Pd bersama dua guru, Ahmad Hasyim, S.Ag dan Sriati, S.Ag mengikuti kegiatan E-Learning ASN Berintegritas hasil kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (11/05/2026).
Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada 11 hingga 15 Mei 2026 tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman ASN terhadap pentingnya nilai integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas dan pelayanan di lingkungan madrasah.
Melalui program E-Learning ASN Berintegritas, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai penguatan budaya anti korupsi, etika pelayanan publik, hingga pembentukan karakter ASN yang amanah dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga mendorong ASN untuk terus menjaga komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Penguatan Nilai Integritas ASN
Kepala MIN 4 OKU Timur Yusuf Yahya Rosidin, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Menurutnya, integritas merupakan pondasi utama dalam menciptakan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan terpercaya.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme semakin tertanam dalam diri ASN, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ASN madrasah harus mampu menjadi teladan dalam menerapkan budaya kerja yang positif serta menjunjung tinggi nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengikuti kegiatan ini, MIN 4 OKU Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Kementerian Agama RI untuk menciptakan ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan madrasah demi terwujudnya tata kelola pendidikan yang lebih baik. (NA)
