Keterbatasan Kelas Dioptimalkan Untuk Literasi Pagi, Solusi Produktif Murid Kelas II MIN 4 OKU Timur

OKU Timur (Kemenag Sumsel)—

Keterbatasan ruang kelas tidak menyurutkan semangat belajar di MIN 4 OKU Timur. Justru kondisi tersebut dimanfaatkan sebagai peluang untuk menanamkan kebiasaan positif melalui kegiatan literasi pagi yang dilaksanakan oleh murid kelas II pada Kamis (23/04/2026) bersama guru kelas, Ibu Sriati, S.Ag.

Kegiatan ini dilakukan saat murid kelas II menunggu ruang kelas tersedia, karena masih digunakan oleh murid kelas I secara bergantian. Waktu tunggu tersebut diisi dengan kegiatan membaca bersama, sehingga tetap memberikan nilai edukatif dan membangun budaya literasi sejak dini.

Murid mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan tertib, mencerminkan lingkungan belajar yang tetap kondusif meskipun berada dalam keterbatasan sarana. Pembiasaan ini menjadi bukti bahwa proses belajar tidak selalu bergantung pada ruang kelas, tetapi juga pada bagaimana waktu dimanfaatkan secara optimal.

Sriati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk inisiatif untuk menjaga produktivitas murid. “Kami ingin memastikan bahwa setiap waktu yang ada tetap bermanfaat. Literasi menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu tunggu sekaligus menumbuhkan minat baca murid,” ujarnya.

Kepala MIN 4 OKU Timur, Yusuf Yahya Rosidin, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi keterbatasan ruang tidak menjadi penghalang dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas. “Justru dari keterbatasan ini lahir kreativitas dan inovasi. Ini sejalan dengan semangat pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi yang terus kami dorong di madrasah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan murid semakin terbiasa membaca, memiliki daya fokus yang baik, serta mampu beradaptasi dalam berbagai situasi pembelajaran.

Pungkasnya, literasi pagi yang dilakukan di tengah keterbatasan kelas menjadi gambaran nyata bahwa semangat belajar dapat terus tumbuh melalui langkah sederhana yang konsisten dan bermakna.

Dengan adanya pembiasaan literasi pagi ini tidak hanya menjadi solusi dalam mengisi waktu tunggu, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menanamkan budaya baca sejak dini. MIN 4 OKU Timur terus berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang adaptif, sehingga setiap keterbatasan dapat diubah menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi. (NA)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top