Ramadhan Penuh Makna: Tradisi Paraf Imam yang Tetap Hidup di MIN 4 OKU Timur

Trimo Rejo Inmas – Senin, (3/3/2026), suasana Ramadhan di lingkungan MIN 4 OKU Timur terasa semakin semarak dengan kebiasaan positif yang terus dilestarikan para murid. Usai melaksanakan Sholat Terawih di masjid sekitar tempat tinggal masing-masing, para murid dengan penuh semangat meminta paraf atau tanda tangan imam sebagai bukti kehadiran ibadah mereka untuk mengisi Buku Ramadhan.

Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, kebiasaan meminta paraf imam sebenarnya mulai jarang ditemui atau perlahan mulai luntur di sebagian tempat. Namun, murid-murid MIN 4 OKU Timur justru tetap menjaga tradisi tersebut sebagai bagian dari pembiasaan ibadah dan tanggung jawab dalam mengisi Buku Ramadhan. Budaya ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi sarana kontrol diri dan latihan kejujuran dalam beribadah.

Dengan membawa Buku Ramadhan, murid-murid tampak tertib mengantre setelah Sholat Terawih selesai. Mereka dengan sopan menyapa imam dan meminta paraf sebagai bukti kehadiran. Pemandangan ini menghadirkan nuansa Ramadhan yang hangat serta mempererat hubungan antara generasi muda dan tokoh agama di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pembiasaan sederhana ini memiliki dampak besar dalam pembentukan karakter. Anak-anak tidak hanya belajar menjalankan ibadah, tetapi juga belajar menghargai proses dan menjaga komitmen yang telah ditetapkan oleh madrasah.

Program pengisian Buku Ramadhan ini menjadi salah satu wujud komitmen madrasah dalam membentuk murid yang religius, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Ramadhan pun menjadi momentum istimewa untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat, sehingga budaya baik yang mungkin mulai luntur tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (NA)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top