Trimo rejo Inmas-Dalam upaya menanamkan nilai adab, sopan santun, dan akhlakul karimah, madrasah terus membiasakan peserta didik untuk menerapkan budaya salaman yang baik dan benar. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Salaman tidak hanya menjadi simbol penghormatan antara murid dengan guru, tetapi juga sebagai wujud sikap tawadhu’, hormat, dan kasih sayang. Murid diajarkan untuk bersalaman dengan tertib, menggunakan tangan kanan, disertai sikap sopan, serta menjaga etika sesuai ajaran Islam.
Kepala Madrasah, Ibu Lilis Setiowati, S.Pd.I, M.Pd menyampaikan bahwa pembiasaan salaman memiliki makna yang sangat penting dalam membentuk kepribadian murid.
“Salaman yang baik dan benar bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari pendidikan akhlak. Melalui salaman, anak-anak belajar menghormati guru, orang yang lebih tua, dan sesama. Ini adalah nilai sederhana namun berdampak besar bagi pembentukan karakter mereka,” ujar Ibu Lilis. Senin (26/1)
Beliau juga menambahkan bahwa budaya salaman dapat mempererat hubungan emosional antara guru dan murid, menciptakan suasana madrasah yang ramah, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Dengan adanya pembiasaan ini, diharapkan murid MIN 4 Oku Timur tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap santun, beradab, dan berakhlak mulia yang dapat diterapkan baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat. (NA)
