KKM MIN 3 dan MIN 4 OKU Timur Gelar Workshop “Penyusunan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Desain Pembelajaran Mendalam”

Trimo Rejo, Inmas.

25 November 2025 — Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 3 dan MIN 4 OKU Timur sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Penyusunan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Desain Pembelajaran Mendalam” selama dua hari, yakni pada 24–25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh Koordinator kurikulum, dan guru perwakilan anggota KKM MIN 3 OKU TIMUR DAN KKM MIN 4 OKU TIMUR.

Workshop yang digelar di MIN 4 OKU Timur ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam merancang kurikulum yang lebih humanis, berpusat pada peserta didik, serta mampu menumbuhkan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran. Selain itu, peserta dibekali strategi desain pembelajaran mendalam (deep learning design) agar siswa tidak hanya memahami materi secara akademis, tetapi juga mampu mengintegrasikan pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Ketua induk KKM MIN 4 OKU Timur Lilis Setiowati,S.Pd.I., M.Pd., didampingi oleh Ketua induk KKM MIN 3 Hj Munfadilatun Istianah, S.Ag. Membuka secara langsung acara secara resmi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum berbasis cinta menjadi pendekatan penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih humanis, religius, dan menyenangkan bagi siswa.

“Kurikulum berbasis cinta diharapkan mampu menumbuhkan hubungan positif antara guru dan siswa, serta membangun karakter yang kuat, empati, dan sikap saling menghargai,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Agustina, M.Pd, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pendidik dalam merancang kurikulum yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan cinta, empati, dan nilai-nilai positif.

Dalam pemaparannya, Dr. Agustina menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan paradigma pendidikan yang menempatkan hubungan emosional, rasa aman, dan penghargaan sebagai dasar proses belajar mengajar.

“Anak-anak belajar dengan lebih baik ketika mereka merasa dicintai, dihargai, dan diperhatikan. Kurikulum berbasis cinta bukan hanya tentang materi ajar, tetapi tentang cara guru menghadirkan kasih sayang dalam setiap interaksi di kelas” ujar Dr. Agustina

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti beberapa sesi utama, antara lain:

  • Penyusunan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Desain Pembelajaran Mendalam
  • Teknis Penyusunan Modul Ajar/RPP Pendekatan Deep Learning terinsersi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
  • Praktik penyusunan modul ajar/RPP pendekatan Deep Learning terinsensi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Banyak guru menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan membuka pemahaman baru mengenai pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyentuh aspek emosional siswa. Workshop ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut (RTL) dari masing-masing madrasah untuk memastikan implementasi kurikulum dapat berjalan secara konsisten dan terukur pada semester mendatang.

Dengan adanya kegiatan ini, KKM MIN 3 dan KKM MIN 4 OKU Timur berharap kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat serta mampu menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki karakter penuh cinta (Er).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top