OKU Timur (Kemenag Sumsel) —
Upacara bendera di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 OKU Timur berlangsung khidmat di halaman madrasah, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan dengan tertib.
Dalam amanatnya, Bapak Bambang S., S.Ag., selaku pembina upacara, mengajak para murid untuk menyikapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak. Menurutnya, kemajuan teknologi telah memberikan banyak kemudahan, termasuk bagi murid dalam mendukung proses belajar dan memperoleh berbagai informasi.
“Kecerdasan buatan dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, tetapi kecerdasan buatan tidak dapat mengubah tingkah laku dan sikap kita secara instan,” ungkapnya.
Bambang menjelaskan, AI dapat menjadi sarana bagi murid untuk membantu memahami pelajaran, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas. Namun, kemudahan tersebut harus diiringi dengan sikap bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaannya.
Ia mengingatkan bahwa menjadi murid yang cerdas bukan hanya ditunjukkan melalui kemampuan akademik maupun kecakapan menggunakan teknologi. Lebih dari itu, murid juga perlu memiliki karakter yang baik, seperti disiplin, jujur, santun, bertanggung jawab, serta mampu menghargai guru dan sesama.
“Manfaatkan teknologi untuk belajar dan berkembang. Tetapi jangan biarkan kecanggihan teknologi membuat kita lupa untuk bersikap baik dan menjaga akhlak,” pesannya.
Melalui amanat tersebut, murid MIN 4 OKU Timur diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas dalam bersikap. Kemampuan digital hendaknya menjadi bekal untuk menghadapi masa depan, sementara karakter dan akhlak tetap menjadi dasar dalam setiap langkah.
Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian penting dari pendidikan di madrasah.
AI dapat membantu murid menjadi lebih cerdas, tetapi akhlaklah yang menjadikan kecerdasan itu bernilai. (NA)
