Melalui Percobaan Sederhana, Murid MIN 4 OKU Timur Pahami Dampak Pemanasan Global Berbasis Ekoteologi

OKU Timur (Sumsel Kemenag)—

Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini, MIN 4 OKU Timur melaksanakan pembelajaran kontekstual bertema “Ragam Permasalahan Lingkungan Akibat Perbuatan Manusia” pada Sabtu (11/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas dan diikuti oleh murid dengan penuh antusias di bawah bimbingan guru kelas, Ibu Hindayatun, S.Pd.I.

Pembelajaran ini dikemas secara menarik melalui metode eksperimen sederhana dengan menggunakan es batu sebagai media utama. Dalam kegiatan tersebut, murid diajak mengamati secara langsung bagaimana es batu yang berada pada suhu panas mengalami proses pencairan lebih cepat dibandingkan pada suhu normal.

Melalui percobaan tersebut, murid tidak hanya memahami konsep ilmiah, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan fenomena nyata yang terjadi di bumi. Ibu Hindayatun, S.Pd.I menjelaskan bahwa peningkatan suhu global akibat aktivitas manusia, seperti pencemaran lingkungan dan pemanasan global, berdampak pada percepatan mencairnya es di wilayah kutub.

“Percobaan ini menjadi gambaran sederhana dari kondisi bumi saat ini. Ketika suhu meningkat, es di kutub akan lebih cepat mencair. Jika hal ini terus terjadi, maka permukaan air laut akan naik dan berpotensi menenggelamkan pulau-pulau,” jelasnya di hadapan murid.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembelajaran ini juga diintegrasikan dengan konsep ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Dalam perspektif ini, menjaga alam bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program Madrasah Adiwiyata yang tengah dikembangkan di MIN 4 OKU Timur, sebagai upaya membangun budaya madrasah yang peduli dan berwawasan lingkungan. Melalui pendekatan ini, murid diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Antusiasme murid terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mengamati, serta menyampaikan pendapat terkait hasil percobaan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kepedulian murid terhadap isu-isu lingkungan global.

Dengan adanya kegiatan ini, MIN 4 OKU Timur terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan serta kesadaran spiritual yang kuat.

“Melalui pembelajaran ini, kami berharap murid dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memahami bahwa setiap tindakan manusia memiliki dampak bagi bumi. Menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama sebagai khalifah di muka bumi,” pungkasnya. (NA)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top